Ø Pengertian
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah sesuatu
yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia
agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita.
Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air,
permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam
seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi
lainnya.
Ø Sumber
Daya Alam yang Ada di Indonesia
1. Sumber
Daya Udara
2. Sumber
Daya Tanah
3. Sumber
Daya Air
4. Sumber
Daya Hutan
5. Sumber
Daya Laut
Ø Sumber
Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi
Semakin cepat
pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumber daya yang diperlukan
dalam proses produksi. Pada gilirannya akan mengurangi tersedianya sumber daya
alam yang ada di dalam bumi karena barang sumber daya itu harus diambil dari
tempat persediaan sumber daya alam. Dengan demikian dapat dikatakan ada
hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumber daya dan
pertumbuhan ekonomi, taetapi sebaliknya ada hubungan yang negatif antara
pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam bumi.
Antara pertumbuhan ekonomi dan
persediaan sumberdaya mempunyai hubungan yang negatif artinya semakin cepat
pertumbuhan ekonomi suatu perekonomian akan semakin menipis tersedianya
sumberdaya alam di negara yang bersangkutan. Pembangunan berwawasan lingkungan
adalah pembangunan yang memperlakukan sumberdaya alam dengan melihat hasil
positif maupun negatifnya. Sesungguhnya ada dua pola penting dalam melaksanakan
pembangunan yang didasarkan atas Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan pola
pembangunan yang didasarkan atas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Terdapat hubungan yang positif
antara pembangunan ekonomi dan pencemaran lingkungan, semakin giat pembangunan
ekonomi maka semakin tinggi pula derajat pencemaran lingkungan.
ISU TENTANG SUMBER DAYA ALAM
Sebagai isu
pertama dapat dikemukakan pertanyaan mengenai “berapa lama dan dalam keadaan
bagaimana kehidupan manusia dapat berlangsung terus di bumi ini dengan
persediaan tertentu dari sumber daya yang melekat disuatu tempat (insitu
resources), yang dapat diperbaharui tetapi dapat rusak, serta terbatasnya
sistem lingkungan hidup.
Isu kedua mengenai lokasipersediaan yang diketahui. Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan terus ditemukan, tetapi persediaan tadi semakin jauh dari para konsumen, terutama negara-negara barat. Isu ketiga adalah adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran dari sumber daya yang dapat diperbaharui(renewable resources) ke sumber daya yang tidak dapat diperbaharui(stock resources). Isu keempat berhubungan dengan kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam pada masa lampau di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana, berpandangan dekat eksploitasi yang terlalu rakus terhadap sumber daya alam.
Isu kelima apakah kita telah benar-benar mengerti peranan dan pentingnya sumber daya alam dan lingkungan sebagai faktor-faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi dimasa lampau. Isu keenam ialah bahwa kita semakin tergantung pada sumberdaya alam yang semakin rendah kualitasnya. Isu ketujuh ialah semakin memburuknya keadaan lingkungan sebagi akibat kemiskinan yang berkelanjutan dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Isu kedelapan ialah tentang peranan yang diberikan kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana sumber daya alam itu dikelola sepanjang waktu.
Isu kedua mengenai lokasipersediaan yang diketahui. Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan terus ditemukan, tetapi persediaan tadi semakin jauh dari para konsumen, terutama negara-negara barat. Isu ketiga adalah adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran dari sumber daya yang dapat diperbaharui(renewable resources) ke sumber daya yang tidak dapat diperbaharui(stock resources). Isu keempat berhubungan dengan kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam pada masa lampau di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana, berpandangan dekat eksploitasi yang terlalu rakus terhadap sumber daya alam.
Isu kelima apakah kita telah benar-benar mengerti peranan dan pentingnya sumber daya alam dan lingkungan sebagai faktor-faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi dimasa lampau. Isu keenam ialah bahwa kita semakin tergantung pada sumberdaya alam yang semakin rendah kualitasnya. Isu ketujuh ialah semakin memburuknya keadaan lingkungan sebagi akibat kemiskinan yang berkelanjutan dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Isu kedelapan ialah tentang peranan yang diberikan kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana sumber daya alam itu dikelola sepanjang waktu.
EKONOMIKA
DAN SUMBER DAYA ALAM
Ekonomika
diartikan sebagai ilmu yang mampu memberikan informasi yang baik dan berguna
dalam pengambilan keputusan, baikm untuk pribadi, lebih-lebih untuk pemerintah
ataupun untuk para wakil rakyat (DPR). Kita mengetahui bahwa setiap aspek yang
dibicarakan oleh sub disiplin ekonomika tentu menyangkut penggunaan sumber daya
alam. Kebijakan ekonomi makro sering kali menyangkut masalah permintaan
terhadap barang-barang sumber daya alam baik dalam negeri maupun dari luar
negeri. Sebaliknya tersedianya serta biaya pengambilan barang sumber daya alam
ini mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi makro.
Demikian pula neraca perdagangan
internasional suatu negara sangar dipengaruhi oleh tersedianya sumber daya alam
di negara tersebut. Seperti minyak bumi, gas alam, maupun komoditi pertanian.
Lebih tampak jelas lagi tingkat pendapatan per kapita suatu propinisi sangat
dipengaruhi oleh tersedianya sumber daya alam di propinsi masing- masing.
Dalam hubungan dengan berbagai
isu tersebut, maka ekonomika lebih tepat kalau diharapkan sebagai ilmu yang
mampu menganalisis keadaan yang ada (positif), dan kemudian memberikan
informasi tentang implikasi yang dapat timbul dari adanya berbagai alternatif
kebijakan, atau keputusan mengenai penggunaan sumber daya alam dan selanjutnya
dihubungkan dengan penggunaan sumber daya alam yang semestinya (normatif). Jadi
jelasnya ekonomika sumber daya Alam dapat diartikan sebagai ilmu yang
memperhatikan baik rencana maupun penilaian terhadap alternatif kebijakan
sumber daya alam.
Ø Pemanfaatan
Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati
Sumber
daya alam non hayati adalah setiap sumber daya alam yang berasal dari
benda-benda mati. Sumber daya alam ini juga disebut dengan istilah sumber daya
alam abiotik atau abiotic resource.
Ada
banyak contoh sumber daya alam non hayati yang kita telah manfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan hidup kita. di antaranya adalah sumber daya fosil, sumber
daya mineral, sinar matahari, angin, air, dan tanah. Nah, berikut ini akan
dijelaskan contoh-contoh sumber daya alam non hayati tersebut beserta
pemanfaatannya.
1. Sumber Daya Fosil
Yang
pertama yaitu sumber daya fosil. Sumber daya ini juga sering disebut sumber
energi fosil karena dalam pemanfaatannya ia memang lebih sering digunakan
sebagai bahan baku energi.
Ada 3 jenis sumber daya fosil yang menjadi contoh sumber daya alam non hayati, yaitu minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
Ada 3 jenis sumber daya fosil yang menjadi contoh sumber daya alam non hayati, yaitu minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
1.
Minyak
bumi adalah sumber daya fosil yang ditemukan dalam bentuk cair saat ditambang.
Minyak bumi diolah menjadi bahan bakar seperti bensin, solar, kerosin, oli,
aspal, lilin, dan avtur (bahan bakar pesawat terbang).
2.
Gas
alam adalah sumber daya alam yang ditemukan dalam bentuk gas saat ditambang.
Gas alam diolah menjadi 2 bentuk yaitu LPG dan LNG. Baik LPG maupun LNG
keduanya digunakan sebagai bahan bakar. Ketika memasak menggunakan kompor gas,
kita menggunakan LPG yang ada di dalam tabung sebagai sumber energinya.
3.
Batu
bara adalah sumber daya fosil yang ditemukan dalam bentuk padat saat ditambang.
Batu bara digunakan sebagai bahan baku pembuatan energi listrik di
pembangkit-pembangkit listrik tenaga uap. Listrik yang kita gunakan untuk
menonton TV, mencas hp, dan menyalakan lampu setiap hari sebetulnya berasal
dari sumber daya ini.
2. Sumber Daya Mineral
Contoh
sumber daya alam non hayati selanjutnya
adalah sumber daya mineral. Ada yang tahu apa itu sumber daya mineral? Ia
adalah suatu bahan yang tersusun dari struktur kimia tertentu yang terdapat di
bumi biasanya diperoleh dengan cara ditambang untuk kemudian diolah sebagai
bahan baku peralatan hidup manusia. Contoh sumber daya alam mineral misalnya bijih besi,
bijih emas, bijih timah, bijih nikel, bijih perak, dan batuan mulia seperti
permata, batu safir, dan lain sebagainya.
3. Sumber Daya Sinar Matahari
Sinar
matahari juga termasuk contoh sumber daya alam non hayati karena berasal bukan
dari mahluk hidup. Sinar matahari dimanfaatkan sebagai sumber energi utama bagi
kehidupan. Mahluk hidup autotrof seperti tumbuhan menggunakan sumber daya ini
untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan sumber energi yang bisa
dimanfaatkan manusia dan hewan.
4. Sumber Daya Angin
Angin
juga termasuk contoh sumber daya alam non hayati. Angin dapat dimanfaatkan
sebagai energi pembangkit listrik. Di zaman dahulu, angin juga digunakan
sebagai energi penggerak kapal laut yang menggunakan layar.
5. Sumber Daya Air
Tak bisa dipungkiri lagi bahwa
air adalah elemen penting yang sangat dibutuhkan manusia, hewan, dan tumbuhan
untuk bertahan hidup. Air juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi
terbarukan bagi manusia.
Ø Landasan
Kebijaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Sumber daya
adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber
daya alam, baik hayati maupun non hayati dan sumber daya buatan. Lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk
hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain. Ekosistem
adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh
dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan
produktivitas lingkungan hidup. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan
lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup lain.
Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap
zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.
Ekosistem
adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh
dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan
produktivitas lingkungan hidup. Human Settlement pada dasarnya
merupakan ekosistem buatan yang dibangun di atas ekosistem alami. Ekosistem
alami merupakan hasil karya gaya-gaya asal dalam (gaya epirogenesis
dangaya orogenesis) dan gaya gaya asal luar di dalam kerangka
waktu (time frame) geologis. Ekosistem buatan dan atau pemanfaatan sumber daya
alam di dalam time frame manusia. Berlangsung perubahan ekosistem buatan secara
cepat di atas ekosistem alami yang sesungguhnya mengalami perubahan secara
lambat
Ø Karakteristik
ekologi Sumber Daya Alam
Untuk
menjamin keberlanjutan fungsi layanan sosial-ekologi alam dan keberlanjutan
sumberdaya alam dalam cakupan wilayah yang lebih luas maka pendekatan
perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang harus dilakukan dengan mempertimbangkan
bentang alam dan kesatuan layanan ekosistem, endemisme dan keterancaman
kepunahan flora-fauna, aliran-aliran energi sosial dan kultural, kesamaan
sejarah dan konstelasi geo-politik wilayah.
Hampir bisa dipastikan bahwa
setiap ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem pengelolaan SDA yang berbeda
dari ekosistem di wilayah lain.
Keberhasilan
kombinasi beberapa pendekatan seperti ini membutuhkan partisipasi politik yang
tinggi dari masyarakat adat dalam proses penataan ruang dan penentuan kebijakan
pengelolaan SDA di wilayah ekosistem. Semakin tinggi partisipasi politik dari
pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih
akomodatif terhadap kepentingan bersama yang “intangible” yang dinikmati
bersama oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem
tersebut, seperti jasa hidrologis.
Kondisi
seperti ini bisa diciptakan dengan pendekatan informal, misalnya dengan
membentuk “Dewan Konsultasi Multi-Pihak tentang Kebijakan Sumber Daya Alam
Wilayah/Daerah” atau “Forum Multi-Pihak Penataan Ruang Wilayah/Daerah” yang
berada di luar struktur pemerintahan tetapi secara politis dan hukum memiliki
posisi cukup kuat untuk melakukan intervensi kebijakan.
Lingkungan
secara alami memiliki kemampuan untuk memulihkan keadaannya, Pemulihan keadaan
ini merupakan suatu prinsip bahwa sesungguhnya lingkungan itu senantiasa arif
menjaga keseimbangannya.
Apabila bahan
pencemar berakumulasi terus menerus dalam suatu lingkungan, sehingga lingkungan
tidak punya kemampuan alami untuk menetralisasinya yang mengakibatkan perubahan
kualitas. Pokok permasalahannya adalah sejauh mana perubahan ini diperkenankan.
Tanaman
tertentu menjadi rusak dengan adanya asap dari suatu pabrik, tapi tidak untuk
sebahagian tanaman lainnya.
contoh : dengan buangan air pada
suatu sungai mengakibatkan peternakan ikan mas tidak baik pertumbuhannya, tapi
cukup baik untuk ikan lele dan ikan gabus.
Keterbatasan
Kemampuan Manusia, Manusia sebagai pengolah sumber daya alam dituntut
semaksimal mungkin untuk mengolah sumber daya alam. Tapi banyak diantara
manusia tersebut yang tidak mampu untuk mengolah sumber daya alam yang telah
tersedia yang mengakibatkan negara kita selalu tertinggal dari Negara-negara
lain diluar sana yang sudah maju.
Padahal
negara-negara tersebut tidaklah memiliki sumber daya alam sebanyak yang kita
punya ,tpi mereka sselalu dapat mengolah setiap sumber daya alam yang telah
tersedia di Negara mereka yang membuat negara mereka terus maju.
Maka dari itu yang harus kita lakukan adalah kita harus lebih meningkatkan sumber daya manusia atau kemampuan dari masyarakat kita agar bisa memaksimalkan atau mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah ini. Bukan mustahil jika kita bisa mengolahnya ,kita akan seperti Negara-negara yang telah maju atau bahkan melebihi mereka.
Maka dari itu yang harus kita lakukan adalah kita harus lebih meningkatkan sumber daya manusia atau kemampuan dari masyarakat kita agar bisa memaksimalkan atau mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah ini. Bukan mustahil jika kita bisa mengolahnya ,kita akan seperti Negara-negara yang telah maju atau bahkan melebihi mereka.
Ø
Keterbatasan
Kemampuan Manusia Dalam Menangani Lingkungan
“Kemampuan manusia kan berbeda-beda dan ada batasnya
!” Begitu alasan yang kemudian akan dimunculkan. Alasan yang benar tapi tidak
selalu tepat. Benar sebab memang demikian keadaannya, tidak tepat karena
perbedaan dan batas kemampuan manusia adalah sesuatu yang abstrak. Baru bisa
disimpulkan setelah yang bersangkutan melakukan usaha secara maksimal. Banyak
kejadian seorang yang prestasi akademisnya sewaktu di SD dan SMP biasa-biasa
saja, bisa berkembang menjadi mahasiswa teladan ketika kuliah. Sebaliknya yang
sebelumnya menjadi bintang pelajar sewaktu di SD dan SMP malah kemudian drop
out kuliah.
Kuncinya jelas bukan karena kemampuannya berubah, tapi lebih pada perkembangan pribadi dalam mengatasi berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Ada yang semakin bisa mengelola keterbatasannya ada yang tidak, sehingga seolah-olah sudah mencapai puncak kemampuannya untuk kemudian stagnan atau malah justru menurun. Di sinilah perlunya kemampuan didukung oleh kemauan agar bisa memberikan hasil yang optimal.
Kuncinya jelas bukan karena kemampuannya berubah, tapi lebih pada perkembangan pribadi dalam mengatasi berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Ada yang semakin bisa mengelola keterbatasannya ada yang tidak, sehingga seolah-olah sudah mencapai puncak kemampuannya untuk kemudian stagnan atau malah justru menurun. Di sinilah perlunya kemampuan didukung oleh kemauan agar bisa memberikan hasil yang optimal.
Kesimpulan
Itulah beberapa fakta bahwa
sesungguhnya manusia adalah mahluk yang mempunyai banyak keterbatasan yang
artinya perlu bantuan untuk bisa melakuakan sesuatu atau sering kita artikan
sebagai mahluk sosial. Tidak pantaslah kita memiliki sifat sombong akan hal
yang kita sadari merugikan mahluk lain. Berdasarkan saya, itu terjadi karena
kita kurang bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan saat ini dan menutup
mata akan kepentingan mahluk lain. Inilah sifat yang harus kita hindari agar
terciptanya keseimbangan antara manusia dengan alam dan mahluk sekitarnya. Dan
harus kita ingat, kita semua sama-sama mahluk Allah SWT yang mempunyai hak yang
sama untuk menggunakan apa yang ada di bumi tempat kuita berada. Bukan merebut
sebanyak-banyaknya apa yang ada di bumi, Tapi memelihara, menjaga, danmelestarikan apa
yang ada di bumi agar kita semua hidup dengan keseimbangan yang merata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar